Tentang Pulau Dompak
Profil singkat pulau yang dipetakan oleh aplikasi ini — dirangkum dari publikasi ilmiah (lihat daftar referensi di bawah).
Gambaran Umum
Pulau Dompak adalah pulau kecil berstatus kampung (Dompak Lama) yang terletak di sebelah selatan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, dengan luas ±4.280 hektar (Dialam dkk, 2023). Kini Dompak menjadi kawasan pengembangan pusat kota Tanjungpinang — ditandai persebaran penduduk Kecamatan Bukit Bestari sebesar 29% pada Juni 2021 — sehingga tekanan alih fungsi lahan di pesisirnya terus meningkat (Febriansyah dkk, 2025).
Potensi Mangrove
27,6% dari total ekosistem mangrove Kota Tanjungpinang berada di Pulau Dompak, dengan kerapatan sedang hingga tinggi (Lestari, 2013; 2014, sebagaimana dikutip Dialam dkk, 2023). Studi di Perairan Estuari Dompak mencatat 9 jenis mangrove dari 6 genus — Avicennia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Xylocarpus, dan Nypa (Febriansyah dkk, 2025); survei lapangan 2022 mencatat antara lain Rhizophora apiculata, R. mucronata, Xylocarpus granatum, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Lumnitzera littorea, dan Nypa fruticans (Dialam dkk, 2023).
Peran Ekologis
Mangrove berperan sebagai habitat biota laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak, sekaligus pelindung garis pantai dari abrasi dan gelombang besar. Kemampuannya menyimpan karbon hingga 4 kali lebih besar per hektar dibandingkan mayoritas hutan tropis lain, dengan laju penyerapan karbon atmosfer hingga 5 kali lebih cepat daripada hutan daratan (Daniel et al., 2011; Imiliyana et al., 2012, sebagaimana dikutip Febriansyah dkk, 2025).
Kondisi Ekosistem Terkini
Berdasarkan pengamatan 5 stasiun (Maret–Mei 2022), tingkat kerusakan ekosistem mangrove Pulau Dompak tergolong masih kecil karena kondisi ekosistem berada pada status sedang dan baik. Kerapatan tegakan berkisar 1.133–4.967 ind/ha dengan tutupan kanopi 63,1–84,2% (Dialam dkk, 2023). Meski demikian, pertumbuhan penduduk dan konversi lahan ke arah perkantoran, perumahan, dan jalan tetap menjadi ancaman berkelanjutan.
Potensi Karbon (Studi Estuari Dompak 2023)
Studi allometrik non-destruktif (metode SNI 7724:2011) di Perairan Estuari Dompak, Kampung Dompak Lama, mengestimasi total biomassa permukaan mangrove sebesar 220,27 ton/ha dengan stok karbon 103,53 ton/ha (Febriansyah dkk, 2025). Rincian per stasiun:
Tentang Aplikasi Ini
GEOVRA adalah peta interaktif untuk menampilkan dan mengelola wilayah budidaya (tambak) dan mangrove di Pulau Dompak. Data wilayah dikelola oleh admin aplikasi; pengunjung dapat menjelajah peta, membuka detail wilayah, memfilter per kabupaten, dan membaca estimasi biomassa/karbon per wilayah. Peta dasar disajikan dengan atribusi © OpenStreetMap contributors, © CARTO, © OpenTopoMap (CC-BY-SA), dan © Esri World Imagery (Clarity); data elevasi AWS Terrain Tiles.
Lihat PetaReferensi
- Dialam, P. K., Lestari, F., & Susiana, S. (2023). Tingkat Kerusakan Ekosistem Mangrove di Pulau Dompak Kepulauan Riau. Jurnal Akuatiklestari, 7(1): 82–89. DOI 10.31629/akuatiklestari.v7i1.4638
- Febriansyah, P., Lestari, F., & Anggraini, R. (2025). Estimasi Biomassa Permukaan dan Stok Karbon Mangrove di Perairan Estuari Dompak, Kampung Dompak Lama, Kota Tanjungpinang. Jurnal Akuatiklestari, 9(1): 107–116. DOI 10.31629/akuatiklestari.v9i1.5854
- Kedua jurnal dipublikasikan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Tanjungpinang — akses terbuka (open access, CC-BY-NC-SA). Daftar lengkap 9 jurnal yang menjadi dasar perhitungan aplikasi (termasuk SNI 7724:2011, allometri Komiyama, harga karbon) ada di halaman Sumber Jurnal.